Lompat ke konten
Beranda » Eco House: Rumah Ramah Lingkungan, Ini Syarat dan Manfaatnya

Eco House: Rumah Ramah Lingkungan, Ini Syarat dan Manfaatnya

Rumah Ramah Lingkungan Eco House

Eco House adalah desain perumahan yang mementingkan aspek lingkungan. 

Tidak hanya mementingkan segi estetika saja, namun penerapan eco house akan membuat lingkungan rumah Anda menjadi lebih sehat.

Namun, desain rumah yang satu ini rupanya belum banyak diterapkan di Indonesia. 

Salah satunya karena pengetahuan tentang eco house masih minim. 

Jika Anda tertarik membangun eco house, mari simak informasinya di sini!

Apa itu Eco House?

Pengertian rumah ramah lingkungan atau eco house adalah hunian yang didesain khusus dengan memperhatikan faktor lain selain estetika, yakni ramah lingkungan. 

Meskipun desainnya rumit, namun rumah tipe ini mampu memberi manfaat bagi penghuni dan lingkungan.

Manfaat Eco House

Jika Anda tinggal di daerah perkotaan, rumah ramah lingkungan bisa jadi pilihan jenis hunian yang menawarkan kenyamanan. 

Selain nyaman, ada beberapa manfaat lain dari pemilihan rumah tipe ini, yaitu: 

1. Ramah Lingkungan

Seperti namanya, konsep rumah eco house adalah hunian yang memiliki dampak ramah lingkungan.

Oleh karena itu dalam pembangunannya, material maupun desain yang digunakan selalu memperhatikan nilai-nilai eco friendly seperti hemat listrik, minim penggunaan kaca, atau menggunakan high ceiling demi mengurangi penggunaan AC.

2. Mengurangi Penggunaan Listrik

Sebagai salah satu upaya untuk mengontrol pemanasan global, penggunaan listrik juga harus dibatasi. 

Oleh karena itu, biasanya konsep rumah eco house telah di desain sedemikian rupa agar tidak perlu menggunakan listrik secara berlebihan. 

Contohnya seperti penggunaan cahaya matahari sebagai pengganti lampu di siang hari dan high ceiling agar rumah terasa lebih sejuk walau tanpa AC.

3. Menciptakan Lingkungan yang Asri

Umumnya, di dalam rumah ramah lingkungan terdapat tanaman yang di taruh di ruangan untuk memberikan nuansa sejuk. 

Dalam penempatannya, ada hal-hal yang perlu diperhatikan seperti adanya sistem resapan di sekitar rumah. 

Baca juga: Mengenal Apa itu Perumahan, Jenis & Bedanya dengan Permukiman 

4. Menghemat Energi

Hunian dengan konsep rumah eco house memang menggunakan sedikit listrik. 

Pasalnya, hal ini dilakukan untuk mengurangi efek pemanasan global yang salah satunya disebabkan oleh listrik.

Itulah mengapa banyak rumah ramah lingkungan yang memanfaatkan cahaya matahari sebagai penerangan di siang hari. 

5. Membantu Menjaga Ekosistem Lingkungan

Jika manusia terus-menerus melakukan pembangunan dengan material alami, akibat yang mungkin terjadi adalah rusaknya ekosistem lingkungan. 

Untuk mencegah hal itu, itulah mengapa konsep eco house hadir. 

Dengan menerapkan konsep rumah ini, kita bisa mendapatkan hunian yang nyaman dan tidak merusak alam.

Syarat Membuat Eco House

Karena rumah ramah lingkungan masih belum banyak diterapkan di Indonesia, jadi pengetahuan tentang jenis hunian ini pun masih terbatas. 

Untuk membuatnya, ada beberapa syarat yang perlu diperhatikan seperti:

1. Material

Hal penting yang pertama adalah material. Sebuah rumah ramah lingkungan sangat menghindari menggunakan bahan-bahan alami dalam proses pembuatannya. 

Contohnya seperti mengganti penggunaan tembok semen dengan batu bata.

2. Menghindari Penggunaan Sekat untuk Ruangan

Adanya dinding pemisah di dalam ruangan bisa membuat penyaluran sirkulasi udara menjadi kurang merata. 

Selain itu, sekat juga bisa membuat rumah terlihat lebih sempit dan memperbesar penggunaan AC atau lampu.

Itulah kenapa rumah ramah lingkungan menerapkan konsep tanpa sekat untuk penerangan yang lebih merata dan kesan yang lebih luas. 

2. Sistem Resapan

Jika Anda ingin membuat ruang hijau pribadi seperti taman, hal yang perlu Anda perhatikan adalah sistem resapan di sekitar lingkungan rumah atau biopori. 

Baca juga: Apa itu SOHO? Pengertian dan Bedanya dengan Rumah Kantor 

3.  Atur Ventilasi di Bagian yang Tepat

Ventilasi udara tidak melulu harus terletak di bagian atas bangunan. 

Pada konstruksi rumah Belanda, umumnya hunian yang mereka tinggali memiliki ventilasi yang terletak di bagian bawah. 

Karena menurut beberapa ahli, sirkulasi udara berhembus melalui rongga bawah bangunan. 

4. Langit-langit Rumah

Karena Indonesia beriklim tropis, penggunaan air conditioner memang agak sulit untuk dihindari. 

Akan tetapi, hal ini juga menimbulkan dilema karena efek lingkungan yang ditimbulkan. 

Melihat masalah ini, itulah mengapa konsep eco house hadir. 

Agar penggunaan AC lebih minim, rumah ramah lingkungan bisa di desain dengan langit-langit tipe high ceiling agar menghasilkan suhu yang lebih sejuk. 

5. Penggunaan Panel Surya

Karena konsep rumah eco friendly ini adalah ramah lingkungan, jadi jika Anda memiliki budget lebih, panel surya dapat digunakan sebagai cadangan sumber listrik.

Dengan menggunakan alat ini, Anda tidak perlu lagi khawatir dengan tagihan listrik yang membengkak. 

6. Perbarui Gaya Hidup

Selain dari desain dan arsitekturnya, konsep rumah eco friendly ini dapat diterapkan dari pola hidup penghuninya juga.

Misalnya dengan menggunakan tas belanja agar mengurangi penggunaan kantong plastik atau menggunakan kendaraan umum untuk bepergian demi mengurangi emisi gas.

Nah, itulah penjelasan mengenai apa itu rumah ramah lingkungan, manfaat serta syarat penerapannya. 

Setelah mengetahui itu, apakah Anda tertarik untuk membangun hunian dengan desain yang eco friendly?

Bagaimanapun konsep hunian atau properti Anda, pemeliharaan preventif merupakan hal utama yang perlu dijaga. 

Tenang saja, Anda bisa memanfaatkan Nimbus9 sebagai aplikasi manajemen properti.

Nimbus9 telah dilengkapi dengan fitur pemeliharaan preventif yang memungkinkan Anda melakukan pengecekan list kebersihan, ketersediaan aset hingga keamanan. Yuk cek selengkapnya!

Baca juga: Pengertian Permukiman, Tujuan, dan Bedanya dengan Perumahan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *