Lompat ke konten
Beranda » Apa itu Dana Darurat? Manfaat dan Tips Mempersiapkan

Apa itu Dana Darurat? Manfaat dan Tips Mempersiapkan

Tips & Manfaat Mempersiapkan Dana Darurat

Tahukah Anda apa pentingnya menyiapkan dana darurat? Dana darurat adalah simpanan yang harus disiapkan agar ke depannya tidak bingung jika ada kebutuhan mendesak. 

Dana ini bisa Anda dapatkan dari pekerjaan tambahan atau menyisihkan penghasilan.

Agar dana darurat memiliki fungsi yang efektif, Anda harus pandai dalam menerapkan manajemen keuangan.

Namun, perlu dipahami juga bahwa dana darurat adalah simpanan di luar investasi ataupun tabungan. Untuk lebih jelasnya, yuk simak pembahasan berikut ini!

Apa itu Dana Darurat?

Dana darurat adalah sejumlah uang yang dapat dengan mudah ditarik sewaktu-waktu untuk keperluan mendesak dan tidak terduga atau memerlukan tindakan segera. 

Kebutuhan mendesak tersebut antara lain seperti saat sedang sakit, kehilangan ponsel, kecelakaan, hingga kerusakan pada rumah atau kendaraan pribadi Anda. 

Untuk menjaga keamanan dana darurat, Anda perlu menyimpannya secara terpisah dari rekening yang digunakan setiap hari.

Dana darurat adalah salah satu faktor penting dalam strategi pengelolaan keuangan. 

Namun sayangnya, sebagian orang masih menganggap remeh hal ini.

Langkah pertama yang perlu dilakukan untuk mulai mengumpulkan dana darurat adalah dengan selalu menyisihkan pendapatan Anda di setiap bulannya. 

Kondisi ideal untuk menggunakan dana darurat adalah ketika ada kebutuhan mendesak saja. 

Uang ini dapat dicairkan secara cepat jika sedang diperlukan. 

Selain itu, jumlahnya pun harus rutin ditambah atau dicadangkan setelah terjadi pengurangan.

Tips Mempersiapkan Dana Darurat

Banyaknya peristiwa yang tidak bisa diprediksi, maka dari itu pentingnya untuk Anda mempersiapkan dana darurat. 

Dana darurat adalah salah satu alokasi dana yang penting karena dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan dalam keadaan darurat atau mendesak. 

Berikut beberapa tips dalam mempersiapkannya.

1. Tentukan Jumlah 

Rumus dana darurat adalah 5-10% dari total pendapatan dalam kurun waktu sebulan. 

Selanjutnya, cara menghitung dana darurat adalah dengan menggunakan metode prediktif untuk hal yang mungkin terjadi di masa depan. 

Hal yang mungkin bisa Anda masukkan ke dalam dana darurat adalah biaya pendidikan, tagihan kesehatan, hingga modal pengembangan bisnis dan masih banyak lagi.

2. Tentukan Jangka Waktu

Selanjutnya, Anda dapat menetapkan target waktu dalam mencapai jumlah dana yang ingin dikumpulkan. 

Menetapkan tujuan dapat memotivasi Anda untuk berhasil dalam mengumpulkan dana darurat. 

Caranya adalah prioritaskan terlebih dahulu uang yang ingin disisihkan, kemudian barulah sisanya bisa digunakan untuk pengeluaran lainnya.

Baca juga: Apa itu Nota? Pengertian, Jenis, Hingga Cara Membuatnya

3. Pisahkan dari Rekening Sehari-Hari

Sangat penting untuk memisahkan dana darurat dari rekening yang Anda gunakan untuk transaksi sehari-hari.

Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa penggunaan uang tidak bercampur. 

Dana darurat juga dapat diinvestasikan dalam dana pasar uang. 

Cara ini tidak hanya lebih menguntungkan dibandingkan hanya menyimpannya di bank saja, tetapi juga secara otomatis terpisah dari rekening untuk transaksi sehari-hari.

4. Cari Penghasilan Tambahan

Anda juga bisa mencari sumber pendapatan lain sebagai sumber pendanaan. 

Contohnya dengan memulai bisnis kecil-kecilan atau mencari pekerjaan sampingan. 

Nantinya dana yang terkumpul dapat dialokasikan menjadi dana darurat. 

Dengan demikian, pengumpulan pun juga akan jauh lebih cepat.

5. Pastikan Pengeluaran Dana Hanya di Keperluan Mendesak

Dana darurat harus diprioritaskan untuk kebutuhan mendesak, misalnya terjadi Anda harus ke rumah sakit dan asuransi tidak cukup memadai, biaya perbaikan rumah akibat bencana (seperti kebakaran dan gempa bumi), dan keadaan serius lainnya. 

Jangan menghabiskan dana darurat untuk kesenangan saja, misalnya seperti liburan dan berbelanja. Anda harus bijak membedakan mana kebutuhan mendesak, tertunda, atau bahkan keinginan semata saja. 

6. Jangan Dijadikan Beban

Dana darurat adalah salah satu tindakan persiapan dalam menghadapi berbagai keadaan apapun yang mungkin timbul di kemudian hari. Jadi, jangan menjadikannya sebagai beban, ya.

Lalu, Berapa Dana Darurat Ideal yang Perlu Disiapkan?

Besaran atau jumlah ideal yang perlu disiapkan sebenarnya bisa disesuaikan dengan keadaan serta tanggungan Anda. 

Nah, penjelasan lebih lanjut mengenai hal tersebut sekaligus cara menghitung dana darurat adalah sebagai berikut.

1. Lajang

Jika masih lajang dan tidak memiliki tanggungan atau cicilan. Maka, mengalokasikan dana darurat akan jauh lebih mudah. 

Sebab, Anda tidak memiliki pengeluaran selain kebutuhan pribadi dan gaya hidup diri sendiri. 

Idealnya, jumlah uang pensiun yang perlu Anda sisihkan adalah tiga sampai enam kali pengeluaran bulanan. 

Contohnya jika pengeluaran bulanan adalah Rp3 juta, dana darurat minimal yang harus dimiliki adalah 3 kali pengeluaran Anda atau Rp9 juta. 

Alokasikan tabungan dari dana darurat setiap bulan sampai tujuan minimum terpenuhi. 

Selain itu, Anda dapat berinvestasi di akun yang terpisah dari rekening pengeluaran atau di reksa dana pasar uang.

Baca juga: Apa itu Jatuh Tempo? Pengertian, Contoh dan Jenisnya

2. Menikah dan Belum Memiliki Anak

Jika sudah menikah namun belum mempunyai anak. Maka, Anda memiliki tanggungan untuk 2 orang yaitu diri sendiri dan juga istri. 

Otomatis jumlah dari dana darurat yang perlu disiapkan pun juga akan meningkat. 

Sebab, Anda harus menyiapkan setidaknya enam kali pengeluaran bulanan sebagai tanggungan untuk istri. 

Contohnya jika pengeluaran bulanan Rp5 juta, Anda harus membuat cadangan minimal Rp30 juta. 

Apabila istri juga bekerja, Anda bisa menyiapkan dana darurat bersama. 

Caranya sisihkan sejumlah pendapatan di awal bulan agar tidak digunakan untuk kebutuhan lainnya.

3. Berkeluarga

Ketika sudah menikah dan memiliki anak pasti akan menambah pengeluaran dan tanggungan bulanan. 

Idealnya, Anda harus menyisihkan setidaknya sembilan kali lipat dana darurat bulanan.

Dengan asumsi pengeluaran bulanan sebesar Rp8 juta, maka cadangan yang dikumpulkan minimal Rp72 juta.

Fungsi Dana Darurat

Penjelasan lebih lanjut mengenai fungsi dana darurat adalah sebagai berikut.

1. Kondisi Keuangan Terjaga

Pertama, fungsi dana darurat adalah untuk menjamin kondisi keuangan Anda tetap terjaga dan aman. 

Dana darurat juga memastikan bahwa nominal tabungan akan tetap aman. 

Sebab, Anda tidak perlu lagi menarik uang dari rekening tersebut saat terjadi hal mendesak dan membutuhkan biaya besar. 

Cukup gunakan dana darurat yang telah disimpan. Melalui cara ini, Anda dapat memanajemen pengeluaran dengan lebih maksimal.

2. Dapat Bekerja Lebih Produktif

Kebanyakan orang bekerja hanya untuk tanggungan keluarga dan pengeluaran bulanan mereka. 

Belum lagi harga kebutuhan pokok yang semakin meningkat dan tuntutan gaya hidup.

Oleh karena itu, fungsi dana darurat adalah memberikan dampak positif pada efektivitas dan produktivitas Anda di tempat kerja. 

Sebab, dana darurat yang terkumpul, nantinya dapat digunakan untuk menutupi segala kebutuhan mendadak. 

Sehingga, Anda dapat bekerja lebih nyaman tanpa perlu merasa terbebani lagi.

3. Siap Menghadapi Situasi Mendesak

Salah satu fungsi dana darurat adalah perlindungan terhadap potensi krisis yang akan terjadi. Mulai seperti krisis ekonomi, ancaman PHK, kecelakaan bahkan tagihan tinggi dari rumah sakit.

Pentingnya menyiapkan dana darurat adalah supaya Anda dapat selalu siap membayar segala macam tanggungan yang akan terjadi meskipun datangnya tiba-tiba. 

Selain itu, bila terjadi krisis ekonomi yang mempengaruhi pendapatan Anda. 

Dana darurat dapat menopang dan menjamin keseluruhannya hingga kondisi kembali normal.

Demikianlah penjelasan mengenai apa itu dana darurat, manfaat dan bagaimana tips dalam mempersiapkannya.

Nah, setelah memahaminya, kini saatnya Anda memulai untuk menyiapkan dana darurat dari sekarang.

Dana darurat tidak hanya untuk individu saja lho, tetapi hal ini juga perlu disiapkan dalam manajemen keuangan suatu perusahaan. 

Nah, kini proses keuangan dan akuntansi perusahaan lebih mudah dengan aplikasi Nimbus9.

Nimbus9 memungkinkan laporan keuangan lebih tersinkronisasi dengan baik serta mendukung pengelolaan rantai pasokan keuangan semaksimal mungkin. 

Tertarik mencobanya? Yuk langsung konsultasikan dengan tim kami untuk informasi lebih lanjut!

Baca juga: Aset Lancar: Arti, Jenis & Bedanya dengan Aset Tidak Lancar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *